TASIKMALAYA - Di tengah hamparan hijau yang menjanjikan, semangat para petani di Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, tengah membuncah, Selasa (16/06/2026). Persiapan menuju panen raya tanaman jagung pada kuartal II tahun ini menjadi sorotan utama, bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah langkah krusial dalam memperkuat program ketahanan pangan desa yang selaras dengan visi nasional.
Bisa dibayangkan bagaimana para petani di sana, dengan tangan yang tergores dan peluh yang membasahi bumi, setiap hari merawat tunas-tunas harapan ini. Ada kebanggaan tersendiri melihat hasil kerja keras mereka akan segera terwujud, memberikan kontribusi nyata bagi ketersediaan pangan.
Program ini, yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas. Di Desa Nusawangi, upaya ini terwujud nyata melalui pemanfaatan lahan seluas kurang lebih 225 bata yang didedikasikan khusus untuk budidaya jagung. Angka ini mungkin terdengar sederhana, namun di baliknya tersimpan potensi besar untuk swasembada pangan daerah.
Upaya Polsek Cisayong melalui Polres Tasikmalaya Kota, di bawah naungan Polda Jabar, patut diapresiasi. Mereka tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis para petani, memastikan program ketahanan pangan berjalan lancar dari hulu ke hilir. Dukungan ini memberikan rasa aman dan semangat tambahan bagi masyarakat.
Peran serta aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, aparat desa, hingga kepolisian, adalah kunci keberhasilan. Panen jagung kali ini bukan hanya tentang hasil panen semata, melainkan sebuah bukti nyata sinergi dan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan.

Agus Suryonugroho